PKK Semester 5

  1. SASARAN PEMBELAJARAN

Sasaran Praktik Klinik Keperawatan adalah Mahasiswa Akademi Kesehatan RUSTIDA Prodi DIII Keperawatan Semester 5 Tahun Akademik 2019-2020 sejumlah 80 mahasiswa.

  • WAKTU DAN TEMPAT
    • Praktik Klinik Keperawatan dilaksanakan pada tanggal 23 Desember 2019 s/d 15 Februari 2020.
    • Ruangan yang dipergunakan untuk praktik adalah:
      • Ruangan Anak               : R.Aster, Perin, NICU/PICU
      • Ruangan Gadar             : IGD, ICCU, ICU
      • Ruangan Maternitas      : Dahlia, R.Bersalin, Poli Sp. Og
      • Ruangan Medikal          : Sakura, Anturium, Adenium
      • Ruangan Bedah             : Seruni, Mawar, Edelweis
  • METODE PEMBELAJARAN DI LAHAN PRAKTEK

Metode yang dipakai adalah pre dan post conference, serta bedside teaching. Evaluasi dilaksanakan dengan cara menilai hasil penugasan individu, pre dan post conference, bed side teaching, seminar kasus kelolaan, evaluasi kinerja dan presensi mahasiswa.

  • KOMPETENSI PRAKTIK KLINIK KEPERAWATAN

Kompetensi klinik yang diharapkan mampu dikuasai oleh mahasiswa setelah Praktik Klinik Keperawatan antara lain:

  1. Melakukan Asuhan Keperawatan Medikal Bedah, meliputi:
    1. Melakukan pengkajian masalah keperawatan pada sistem pencernaan, pernapasan, penginderaan, persyarafan, muskuloskeletal, integumen, imunitas, kardivaskular, endokrin dan urologi.
    1. Menentukan diagnosa dan intervensi keperawatan pada sistem pencernaan, pernapasan, penginderaan, persyarafan, muskuloskeletal, integumen, imunitas, kardivaskular, endokrin dan urologi.
    1. Melakukan tindakan keperawatan:
      1. Sistem pencernaan: NGT, kumbah lambung, perawatan kolostomi, huknah/klisma.
      1. Sistem pernapasan: postural drainage, perawatan trakeostomi, nebulizer, terapi oksigenasi, pengisapan lendir, fisioterapi dada, batuk efektif dan perawatan WSD.
      1. Sistem persyarafan: pemeriksaan reflek, membantu mobilisasi ROM aktif dan pasif.
      1. Sistem endokrin: injeksi insulin, penghitungan BMR, pemeriksaan tiroid,
      1. Sistem kardiovaskular: pemasangan infus, pemeriksaan EKG, pengambilan specimen darah, tranfusi, CVP, pemeriksaan vena jugularis.
      1. Sistem integumen: perawatan luka, rawat luka bakar, perawatan dan debridemen luka gangren.
      1. Sistem muskuloskeletal: perawatan traksi, mobilisasi post-op, pembebatan pada perdarahan, pemasangan bidai.
      1. Sistem urologi: pemasangan kateter, spooling kateter, bladder training.
      1. Perioperatif: persiapan pasien pre operatif, perawatan pasien post operatif.
    1. Memberikan pendidikan kesehatan dalam bentuk penyuluhan kesehatan berbagai gangguan sistem tubuh.
    1. Melakukan evaluasi asuhan keperawatan dan mendokumentasikannya.
  • Melakukan Asuhan Keperawatan Gawat Darurat, meliputi:
  • Melakukan pengkajian kegawatdaruratan.
  • Menentukan diagnosa dan intervensi keperawatan gawatdarurat.
  • Melakukan tindakan keperawatan:
    • Resusitasi jantung paru (CPR) dewasa dan bayi
      • Pertolongan pasien dengan sumbatan jalan nafas:
        • Menggunakan alat (nasopharingeal tube, oro-pharingeal tube, endotrakeal tube)
        • Tanpa alat (back blow, chest trust, abdominal trust, finger swap, dll)
      • Resusitasi cairan-elektrolit, dan oksigenasi
      • Penghitungan Glasgow Coma Scale (GCS)
      • Perawatan trauma kepala
      • Penatalaksanaan hipoglikemia dan hiperglikemia
      • Perawatan snake bite dan pemberian SABU (serum anti bisa ular)
      • Perawatan fraktur pre-op (bebat/ balut/ bidai) maupun post-op (ORIF/ OREF)
  • Melakukan evaluasi asuhan keperawatan dan men-dokumentasikannya.
  • Melakukan Asuhan Keperawatan Anak, meliputi:
  • Melakukan pengkajian anak sehat, anak sakit, bayi risiko tinggi dan anak dengan kebutuhan khusus.
  • Menentukan diagnosa dan intervensi keperawatan pada anak dengan menerapkan prinsip atraumatic care dan family centered care.
  • Melakukan tindakan:
    • Nebulizer, postural drainage, suction dan latihan batuk efektif
      • Penilaian Ballard Score
      • Penilaian Downe Score
      • Pemberian nutrisi dan cairan pada anak dan bayi (oral, NGT dan OGT)
      • Pemberian fototerapi (KIE dan observasi)
      • Perawatan bayi dalam inkubator
  • Memberikan pendidikan kesehatan dalam bentuk penyuluhan kesehatan.
  • Melakukan evaluasi asuhan keperawatan dan men-dokumentasikannya.
  • Melakukan Asuhan Keperawatan Maternitas, meliputi:
  • Melakukan pengkajian pemeriksaan kehamilan, persalinan, post partum dan gangguan sistim reproduksi (ginekologi).
  • Menentukan diagnosa dan intervensi keperawatan pada ibu hamil, post partum dan gangguan sistim reproduksi (ginekologi).
  • Melakukan tindakan:
    • Perawatan antenatal
      • Pengisian partograf
      • Observasi post partum (Kala 4)
      • Senam hamil dan senam nifas
      • Persiapan resusitasi bayi dengan asfiksia
      • Memandikan bayi, perawatan tali pusat dan penilaian APGAR score
      • Perawatan payudara ibu hamil dan post partum
      • Pemantauan involusi uteri
      • Vulva hygiene, rawat luka episiotomy, luka SC, dan luka laparotomi
  • Memberikan pendidikan kesehatan dalam bentuk penyuluhan kesehatan tentang: kesehatan ibu hamil, informasi post partum, ASI, masalah reproduksi, dan penyakit menular seksual.
  • Melakukan evaluasi asuhan keperawatan dan membuat dokumentasinya.
  • TATA TERTIB PRAKTEK KLINIK KEPERAWATAN
  • PERATURAN UMUM
  • Mahasiswa wajib mengikuti Praktik Klinik Keperawatan selama 6 hari dalam 1 minggu, jam kegiatan disesuaikan dengan peraturan ruangan masing-masing.
  • Mahasiswa wajib hadir di ruangan 15 menit sebelum jam kerja sesuai shift dinas, apabila terlambat tidak diperbolehkan mengikuti praktek dan harus mengganti pada shift berikutnya. Waktu pergantian shif sebagai berikut:
  • Pagi          : pukul 07.00 – 14.00 WIB
  • Siang        : pukul 14.00 – 21.00 WIB
  • Malam      : pukul 21.00 – 07.00 WIB
  • Mahasiswa tidak dibenarkan menukar/mengganti jadwal dinas/shift yang sudah ditentukan tanpa sepengetahuan pembimbing klinik/CI.
  • Pada hari libur nasional:
  • Tetap wajib masuk dinas bagi mahasiswa yang sudah terjadual. Penghentian kegiatan praktek mahasiswa hanya dilaksanakan apabila ada ijin tertulis dan persetujuan pembimbing klinik.
  • Bagi mahasiswa yang praktik di Poli berlaku libur.
  • Mahasiswa wajib menyerahkan laporan pendahuluan pada awal dinas  yang kemudian akan dilaksanakan. Bagi mahasiswa yang tidak membuat/membawa tugas pada hari yang ditentukan maka mahasiswa akan dipulangkan dan dianggap tidak hadir dalam Pre Conference.
  • Mahasiswa wajib membuat dan menyerahkan Laporan Asuhan Keperawatan pada akhir dinas yang selanjutnya akan dilaksanakan Post Conference. Bagi mahasiswa yang tidak membuat dianggap belum melaksanakan praktik di ruang yang bersangkutan dan diwajibkan mengulang praktik selama 1 minggu (6 hari).
  • Ketentuan seragam dan kerapian:
    • Wajib memakai seragam praktik putih (atasan & bawahan), kaus kaki putih dan sepatu hitam. Seragam diruang perawatan intensif menyesuaikan.
      • Boleh memakai jam tangan. Tidak diperbolehkan memakai/membawa perhiasan (cincin, gelang, kalung) baik mahasiswa laki-laki maupun perempuan.
      • Bagi mahasiswa laki-laki rambut dipotong rapi dan tidak dicat, kumis dan atau jenggot dicukur rapi, kaos dalam model singlet (bukan kaos oblong) berwarna putih.
      • Bagi mahasiswa perempuan tidak diperbolehkan memakai make-up berlebihan; yang tidak berkerudung, rambut diikat rapi dan dipasang harnet∩ dan bagi yang berjilbab diharapkan jilbab harus sesuai/seragam dengan yang lain serta tidak mengganggu.
      • Kuku dipotong pendek dan tidak dicat.
      • Mahasiswa diwajibkan membawa nursing kit yang menunjang pelaksanaan praktik meliputi: stetoskop, tensimeter, thermometer, jam digital/jarum detik, pen light, reflek hammer, gunting, pinset anatomi, pinset chirrurgis, midline (meteran), dan gunting kuku.
  • PERATURAN KHUSUS
    • Setiap mahasiswa wajib hadir 100% melakukan kegiatan yang terjadual (dinas shift, pre-post conference, seminar & ujian praktik). Jika tidak hadir:
  • Tanpa keterangan, mengganti sebanyak 3 kali lipat dari hari yang ditinggalkan.
  • Sakit dengan surat keterangan dokter, mengganti sebanyak hari yang ditinggalkan.
  • Ijin karena kepentingan, harus mendapatkan surat keterangan dari bagian akademik/dari klinik dan mengganti sebanyak hari yang ditinggalkan.
    • Surat Keterangan (ijin) harus diterima oleh koordinator praktik klinik paling lambat:
      • Sakit : 3 hari, terhitung sejak hari pertama tidak masuk praktek.
      • Ijin   : 2 hari sebelum tanggal ijin.
    • Mahasiswa yang akan mengganti dinas harus membawa surat pengantar dari institusi pendidikan ke bagian diklat RS, tidak diperbolehkan mengganti dinas double shift pada hari yang sama.
    • Mahasiswa yang tidak memenuhi standar kehadiran 100%, tanpa keterangan (>2 kali) dan tanpa sepengetahuan koordinator praktik klinik serta tidak mengganti ketidakhadiran tersebut dinyatakan gagal/tidak lulus dan harus mengulang praktik klinik tahun depan.
    • Laporan asuhan keperawatan pada masing-masing ruangan wajib diserahkan ke pembimbing akademik dan klinik maksimal pada hari senin minggu berikutnya:
  • Terlambat 1 hari nilai dikurangi 20%
  • Terlambat 2 hari nilai dikurangi 40%
  • Terlambat lebih dari 3 hari dianggap tidak mengumpulkan dan dianggap belum melaksanakan praktik diruang yang bersangkutan.
    • Jika terdapat maksimal 2 laporan asuhan keperawatan yang tidak/belum di-acc oleh Clinical Instruktur (CI), maka dianggap tidak melaksanakan praktik diruang yang bersangkutan dan dianggap tidak lulus PKK Semester 5.
    • Pengambilan kasus untuk Seminar adalah kasus pada minggu ke-3. Kasus Seminar bukan merupakan kasus kelolaan individu. Pelaksanaan Seminar pada minggu ke-5 PKK atau sesuai kesepakatan dengan CI. Kelompok boleh mempresentasikan Kasus Seminar dengan syarat telah melakukan konsultasi dengan pembimbing minimal 2 kali.
  • SANKSI
    • Setiap tindakan pragiarism, baik yang mencontek dan yang dicontek dikenakan sanksi mengganti dinas minimal 3 hari atau sesuai kesepakatan pembimbing lahan dan institusi pendidikan.
    • Memalsukan tanda tangan pembimbing/CI dianggap tidak lulus.
    • Mahasiswa yang merusak/menghilangkan alat RS yang digunakan praktik harus mengganti sesuai ketentuan RS.
    • Mahasiswa yang terbukti melakukan tindakan melanggar norma/hokum dinyatakan tidak lulus praktik klinik.
    • Kelalaian/nursing error yang berakibat beban biaya bagi pasien, maka mahasiswa tersebut harus menanggung 100% sesuai kerugian yang ditimbulkan.
  • TUGAS MAHASISWA
    • Mengisi daftar hadir sesuai shift dinas.
    • Membuat catatan aktifitas sehari-hari.
    • Mengikuti bimbingan pembimbing klinik/CI.
    • Menyelesaikan tugas target kompetensi dengan dampingan dan bukti tanda tangan CI disetiap tindakan.
    • Menyusun laporan asuhan keperawatan.
    • Menyusun laporan seminar (kelompok).
    • Menyerahkan laporan asuhan keperawatan serta buku check list kompetensi, buku catatan aktifitas sehari-hari pada institusi akademik sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
  • TUGAS PEMBIMBING
  • Melaksanakan orientasi kepada mahasiswa.
  • Memantau kehadiran mahasiswa.
  • Melaksanakan bimbingan kepada mahasiswa (pre-conference post-conference, makalah seminar).
  • Membimbing keterampilan mahasiswa.
  • Memberi arahan dalam menyusun laporan yangg dibuat oleh mahasiswa
  • Melakukan responsi laporan asuhan dan tindakan keperawatan yang dilakukan mahasiswa.
  • Melaksanakan penilaian kepada mahasiswa.
  • PENILAIAN BATAS LULUS

Nilai Praktik Klinik Keperawatan (PKK) ini menggunakan pedoman penilaian sebagai berikut:

  1. Unsur Evaluasi terdiri dari:
  2. Laporan pendahuluan (LP)           : 15%
  3. Laporan kasus (Askep)                 : 15%
  4. Sikap                                             : 5%
  5. Tindakan keperawatan/Bedside Teaching: 20%
  6. Seminar                                                     : 20%
  7. Ujian praktik                                              : 25%
  8. Penilaian dalam rentang 0-100, kemudian dikonversikan ke nilai mutu 0,00–4,00 sebagai berikut:
No Rentang Nilai Nilai Mutu
1. > 80 A
2. 75 – 79,99 AB
3. 70 – 74,99 B
4. 65 – 69,99 BC
5. 60 – 64,99 C
6. 55 – 59,99 CD
7. 50 – 54,99 D
8. < 50 E

Batas nilai lulus praktik yaitu 70,00 untuk rentang 0-100 atau 3,00 untuk rentang 0,00–4,00.

  1. SISTEMATIKA PENULISAN LAPORAN
  2. Laporan Pendahuluan/ LP (diketik) dan Laporan Askep (ditulis tangan), menggunakan kertas ukuran A4 70 gram.
  3. Studi pustaka menggunakan literatur terbitan maksimal 10 tahun terakhir. Jika sumber pustaka berasal dari buku, maka disertakan salinan/fotokopi buku beserta halaman sampulnya. Sumber pustaka online dapat berupa jurnal atau artikel ilmiah yang memiliki nama penulis jelas (bukan anonymous).
  4. Susunan penulisan Laporan Pendahuluan adalah sebagai berikut:
  5. Konsep Penyakit, terdiri atas:
  6. Definisi gangguan/penyakit
  7. Etiologi/penyebab
  8. Manifestasi klinik/ tanda gejala
  9. Klasifikasi (jika ada)
  10. Patofisiologi (disertai pohon masalah/pathway) dengan minimal 5 masalah keperawatan
  11. Komplikasi
  12. Pemeriksaan Penunjang
  13. Penatalaksanaan Medis/Terapi
  14. Konsep Asuhan Keperawatan, terdiri atas:
  15. Pengkajian
  16. Diagnosa Keperawatan (berdasarkan NANDA / SDKI)
  17. Nursing Care Plan
  18. Susunan penulisan Laporan Asuhan Keperawatan adalah sebagai berikut:
  19. Pengkajian (sesuai format masing-masing departemen)
  20. Analisa data
  21. Diagnosa keperawatan (Minimal 3)
  22. NOC (Perumusan tujuan dan kriteria hasil) dan NIC (Rencana keperawatan, disertai rasional tindakan)
  23. Implementasi
  24. Evaluasi SOAP

Download:

NoDeskripsiLink Download
1.Jadual SupervisiDownload
2.Jadual rotasi Kep. Anak dan Kep. MaternitasDownload
3.Jadual Rotasi Kep. MB dan Kep. GadarDownload
4.Jadual Ujian PraktekDownload

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *