PKK Semester 6

I. PROGRAM KEGIATAN

A. Sasaran

Sasaran Praktik Klinik Terpadu 2 (Puskesmas, Keluarga, Geriatri) adalah Mahasiswa AKES RUSTIDA Prodi DIII Keperawatan Krikilan Semester VI yang berjumlah 85 mahasiswa, yang terbagi menjadi 2 Kelompok:
a. Kelompok 1 sejumlah 43 mahasiswa.
b. Kelompok 2 sejumlah 42 mahasiswa.

B. Waktu dan Tempat

Praktik Klinik Terpadu 2 (Puskesmas, Keluarga, Geriatri) dilaksanakan pada tanggal 20 Mei s/d 01 Juni 2019 dan 10-22 Juni 2019 yang terbagi menjadi 2 waktu kegiatan yaitu:
a. Pada tanggal 20 Mei s/d 01 Juni 2019, Mahasiswa kelompok 1 melakukan PKK Terpadu 2 di Puskesmas Sepanjang dengan sasaran masyarakat yang hadir di Puskesmas/Poskesdes dan melakukan Asuhan Keperawatan Keluarga, sedangkan Kelompok 2 melakukan praktik asuhan keperawatan Gerontik di UPT Dinsos Lanjut Usia Glenmore.
b. Pada tanggal 10-22 Juni 2019, Mahasiswa Kelompok 2 melakukan PKK Terpadu 2 di Puskesmas Kalibaru dengan sasaran masyarakat yang hadir di Puskesmas/Poskesdes dan melakukan Asuhan Keperawatan Keluarga, sedangkan Kelompok 1 melakukan praktik asuhan keperawatan Gerontik di UPT Dinsos Lanjut Usia Glenmore.

C. Strategi

  1. Mahasiswa tiap kelompok akan dibagi menjadi kelompok kecil sesuai dengan kesepakatan pihak lahan praktik (Puskesmas Sepanjang & UPT Dinsos Lanjut Usia).
  2. Setiap kelompok akan dipraktekkan sesuai dengan jadwal rotasi di puskesmas dan desa binaan yang telah ditetapkan oleh bagian akademik.
  3. Mahasiswa wajib mengikuti pre conference dan post conference yang diadakan oleh pembimbing akademik/CI puskesmas atau UPT Dinsos Lanjut Usia yang akan diadakan secara periodik selama mahasiswa praktik.
  4. Mahasiswa wajib menyerahkan laporan praktik maksimal 2 hari setelah hari terakhir praktik (tanggal 24 Juni 2019).

F. PRASYARAT

  1. Administrasi Pendidikan
    a. Terdaftar sebagai mahasiswa Prodi DIII Keperawatan AKES Rustida Krikilan semester VI.
    b. Telah melunasi biaya PKK Terpadu 2.
  2. Peserta
    a. Sehat jasmani dan rohani serta bebas dari narkoba.
    b. Mengenakan pakaian sesuai dengan ketentuan institusi.
    c. Bersikap sopan, ramah, disiplin dan bertanggung jawab, bebas dari konflik sara dan status sosial.

G. METODE BIMBINGAN

Bimbingan dilakukan oleh semua dosen pembimbing dari institusi dan clinical instructure/CI yang telah ditunjuk oleh pihak Puskesmas atau UPT Dinas Sosial.

  1. Tugas Pembimbing Lapangan (CI)
    a. Melaksanakan orientasi kepada mahasiswa.
    b. Memantau kehadiran mahasiswa.
    c. Mendampingi dan memberikan arahan kepada mahasiswa selama berada di lahan praktek berlangsung.
    d. Menegur dan memberi sangsi bagi mahasiswa yang melanggar ketentuan praktek kemudian mengkomunikasikan kepada pembimbing akademik untuk tindakan selanjutnya.
    e. Memeriksa ADL dan laporan yang dibuat oleh mahasiswa.
    f. Menghadiri kegiatan-kegiatan yang dilakukan mahasiswa seperti penyuluhan, dll.
    g. Memeriksa, menilai dan mengembalikan makalah/ laporan/ penugasan mahasiswa dan memberikan masukan.
  2. Tugas Supervisi Lapangan (Dosen institusi)
    a. Melakukan supervisi lapangan sesuai dengan jadwal yang ditentukan dan mengisi absensi serta berita acara bimbingan supervisi Klinik Keperawatan Terpadu 2.
    b. Memberikan arahan dan tambahan ilmu kepada mahasiswa saat proses bimbingan.
    c. Menghadiri kegiatan yang dilakukan mahasiswa di lahan praktek.

H. URAIAN KOMPETENSI PRAKTIK

  1. Perawatan Kesehatan Masyarakat (Perkesmas)
    Ruang lingkup kegiatan perkesmas pada PKK Terpadu 2 dilakukan didalam dan luar gedung Puskesmas. Bentuk kegiatan perkesmas pada PKK Terpadu 2 antara lain:
    a. Asuhan keperawatan pasien (prioritas) yang berada di Poliklinik Puskesmas, Puskesmas pembantu (pustu), puskesmas keliling (pusling) posyandu, poskesdes. Bentuk kegiatan berupa:
    1) Pengkajian keperawatan pasien (deteksi dini)
    2) Penyuluhan kesehatan
    3) Tindakan keperawatan (direct care)
    4) Konseling keperawatan
    5) Pengobatan (sesuai kewenangan)
    6) Rujukan pasien
    7) Dokumentasi keperawatan
    b. Asuhan keperawatan pasien (prioritas) yang berada di rawat inap Puskesmas:
    1) Pengkajian perawatan individu
    2) Tindakan keperawatan (direct care) dan tidak langsung (lingkungan)
    3) Pendidikan atau Penyuluhan kesehatan
    4) Pencegahan infeksi di ruangan
    5) Pengobatan (sesuai kewenangan)
    6) Penanggulangan kasus gawat darurat
    7) Rujuk pasien
    8) Dokumentasi keperawatan
    c. Kunjungan rumah (home visit/home care) terencana untuk pembinaan keluarga rawan kesehatan:
    1) Pemberian asuhan keperawatan keluarga (pengkajian, perencanaan, implementasi dan evaluasi)
    2) Melaksanakan pendidikan kesehatan
    3) Melakukan tindakan keperawatan dasar untuk memfasilitasi keluarga memenuhi kebutuhan kesehatan.
  2. Asuhan Keperawatan Gerontik
    Ruang lingkup kegiatan Asuhan Keperawatan Gerontik pada PKK Terpadu 2 dilakukan di UPT Dinas Sosial Lanjut Usia Glenmore. Bentuk kegiatannya antara lain:
    a. Menyusun laporan pendahuluan sesuai kasus.
    b. Menerapkan asuhan keperawatan pada Usia Lanjut dengan:
    1) Gangguan pemenuhan nutrisi
    2) Gangguan aktivitas dan tidur/istirahat
    3) Gangguan seksualitas
    4) Gangguan keamanan
    5) Gangguan rasa nyaman nyeri
    6) Infeksi
    7) Penyakit kronis
    8) Perawatan akut
    9) Kematian
    c. Melaksanakan terapi modalitas kelompok.

I. PERATURAN DAN TATA TERTIB PRAKTIK

  1. Mahasiswa wajib mengikuti PKK Terpadu 2 selama 6 hari dalam 1 minggu, jam kegiatan disesuaikan dengan peraturan bagian masing-masing.
  2. Mahasiswa wajib hadir di Puskesmas/UPT Dinsos dari jam 07.00 s.d 16.00 WIB dan mengisi daftar hadir. Waktu dapat diperpanjang apabila ada kegiatan yang dilakukan di wilayah binaan di luar waktu yang telah ditentukan.
  3. Mahasiswa tidak dibenarkan menukar/mengganti jadwal praktek yang sudah ditentukan tanpa sepengetahuan pembimbing klinik/CI.
  4. Mahasiswa yang meninggalkan lahan praktik tanpa ijin selama jam praktik maka mahasiswa tersebut dianggap tidak hadir (alpha).
  5. Pada hari libur nasional tetap wajib dijalankan bagi mahasiswa yang sudah terjadual. Penghentian kegiatan praktek mahasiswa hanya boleh bila ada ijin tertulis dan persetujuan pembimbing akademik dan puskesmas atau UPT Dinsos Lanjut Usia.
  6. Setiap mahasiswa wajib hadir 100% melakukan kegiatan yang terjadual. Jika tidak hadir:
     Tanpa keterangan, mengganti sebanyak 3 kali lipat dari hari yang ditinggalkan.
     Sakit dengan surat keterangan dokter/RS/Puskesmas, mengganti sebanyak hari yang ditinggalkan.
     Ijin karena kepentingan, harus mendapatkan surat keterangan dari bagian akademik/puskesmas dan mengganti 2 kali hari yang ditinggalkan.
  7. Mahasiswa berdiskusi dan berkonsultasi dengan pembimbing bila mengalami kesulitan dalam pelaksanaan praktik yang dilakukan selama dan diluar waktu praktik pada jam kerja (sesuai dengan kontrak antara mahasiswa dan pembimbing lapangan pada kondisi tertentu).
  8. Kontrak waktu dengan pembimbing paling lambat 1 hari sebelum kegiatan kelompok, agar kegiatan dapat dihadiri dan dinilai.
  9. Ketentuan pelaksanaan Pre Conference awal dinas setiap minggu:
     Di Puskesmas: Setiap mahasiswa wajib membuat LP Asuhan Keperawatan Keluarga dan SAP Penyuluhan Kesehatan.
     Di UPT Dinsos: Setiap mahasiswa wajib membuat LP Asuhan Keperawatan Gerontik dengan masalah kesehatan.
     Bagi mahasiswa yang tidak membuat akan dipulangkan dan dianggap tidak hadir.
  10. Ketentuan pelaksanaan Post Conference diakhir minggu:
     Di Puskesmas: Mahasiswa wajib membuat dan menyerahkan Laporan Penyuluhan Kesehatan, Laporan Asuhan Keperawatan Keluarga.
     Di UPT Dinsos: Mahasiswa wajib membuat dan menyerahkan Laporan Asuhan Keperawatan Gerontik .
     Laporan harus berupa salinan asli. Bagi mahasiswa yang tidak membuat dianggap belum melaksanakan praktik.
  11. Laporan akhir dinas wajib diserahkan ke akademik maksimal pada hari Senin minggu berikutnya (tanggal 23 Juni 2019). Jika terjadi keterlambatan maka nilai dikurang 10% setiap hari keterlambatan.
  12. Penilaian kegiatan dan laporan asuhan keperawatan sesuai dengan format yang tersedia.
  13. Ketentuan seragam dan kerapian:
     Saat dinas di Puskesmas dan UPT Dinsos : Wajib memakai seragam praktik putih (atasan & bawahan), kaus kaki putih dan sepatu hitam. Menggunakan jas almamater.
     Saat kunjungan ke keluarga binaan/home care: baju bebas rapi, tidak bercelana jeans dan kaos oblong, bersepatu, jas almamater dan bagi perempuan dianjurkan menggunakan rok panjang.
     Boleh memakai jam tangan. Tidak diperbolehkan memakai/membawa perhiasan (cincin, gelang, kalung) baik mahasiswa laki-laki maupun perempuan.
     Bagi mahasiswa laki-laki rambut dipotong rapi dan tidak dicat, kumis dan atau jenggot dicukur rapi, kaos dalam model singlet (bukan kaos oblong) berwarna putih.
     Bagi mahasiswa perempuan tidak diperbolehkan memakai make-up berlebihan; yang tidak berkerudung, rambut diikat rapi; dan bagi yang berjilbab diharapkan jilbab harus sesuai/seragam dengan yang lain serta tidak mengganggu.
     Kuku dipotong pendek dan tidak dicat.
     Mahasiswa diwajibkan membawa nursing kit yang menunjang pelaksanaan praktik meliputi: stetoskop, tensimeter, thermometer, jam digital/jarum detik, pen light, reflek hammer, gunting, pinset anatomi, pinset chirrurgis, midline (meteran), dan gunting kuku.
  14. Ketetapan PKK Terpadu 2 akan dievaluasi secara periodik.

J. TUGAS MAHASISWA

  1. Mengisi daftar hadir di puskesmas dan UPT Dinsos Lanjut Usia Glenmore.
  2. Menyusun laporan kegiatan harian, laporan pendahuluan dan asuhan keperawatan individu.
  3. Menyerahkan laporan pada institusi akademi sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

K. SANGSI PELANGGARAN

  1. Setiap tindakan plagiarism, baik yang mencontek dan yang dicontek dikenakan sanksi mengganti dinas minimal 3 hari atau sesuai kesepakatan pembimbing lahan dan institusi pendidikan.
  2. Memalsukan tanda tangan pembimbing/CI dianggap tidak lulus.
  3. Mahasiswa yang merusak/menghilangkan alat Puskesmas/UPT Dinsos yang digunakan praktik harus mengganti sesuai ketentuan.
  4. Mahasiswa yang terbukti melakukan tindakan melanggar norma/hukum dinyatakan tidak lulus praktik klinik.
  5. Kelalaian/nursing error yang berakibat beban biaya bagi pasien, maka mahasiswa tersebut harus menanggung 100% sesuai kerugian yang ditimbulkan.
  6. Bagi mahasiswa yang tidak hadir tanpa ada alasan atau meninggalkan praktek tanpa ijin dari pembimbing lapangan maka dinyatakan tidak lulus Klinik Keperawatan Terpadu 2.

L. BATAS KELULUSAN

Nilai Praktik Klinik Keperawatan (PKK) Terpadu 2 ini menggunakan pedoman penilaian yang ada. Penentuan penilaian dilakukan secara komprehensif dari aspek kognitif, afektif dan psikomotor meliputi: penampilan kinerja individu, penilaian pre dan post konferen, laporan kegiatan, dan evaluasi asuhan keperawatan.

  1. Penilaian Keperawatan Puskesmas:

NO ASPEK YANG DINILAI BOBOT (%) NILAI KET

  1. ADL 10
  2. Resume Pasien Rawat Inap 20
  3. Resume Pasien poliklinik 20
  4. Penyuluhan 20
  5. Pre dan Post konferen 20
  6. Sikap 10
    TOTAL NILAI 100
  7. Penilaian Keperawatan Keluarga:

NO ASPEK YANG DINILAI BOBOT (%) NILAI KET

  1. ADL 10
  2. Laporan Keluarga 20
  3. Ujian supervisi keluarga binaan 30
  4. Penyuluhan 20
  5. Pre dan Post konferen 10
  6. Sikap 10
    TOTAL NILAI 100
  7. Penilaian dalam rentang 0-100, kemudian dikonversikan ke nilai mutu 0,00–4,00 sebagai berikut:

No Rentang Nilai Nilai Mutu Keterangan

  1. > 80 A
  2. 75 – 79,99 AB
  3. 70 – 74,99 B Batas lulus
  4. 65 – 69,99 BC
  5. 60 – 64,99 C
  6. 55 – 59,99 CD
  7. 50 – 54,99 D
  8. < 50 E

Link Download
daftar kelompok dan jadual bimbingan 2019