PRAKTEK KLINIK KEPERAWATAN

Pengalaman belajar klinik dalam keperawatan merupakan rangkaian kegiatan pembelajaran, dimana peserta didik sebelum menjalani praktik klinik keperawatan terlebih dahulu telah memperoleh bekal pengetahuan atau teori di kelas dan pernah mensimulasikan keterampilan di laboratorium. Dalam pelaksanaannya berprinsip pada pemahaman bahwa keperawatan adalah suatu disiplin ilmu yang membutuhkan bukan hanya pengetahuan tentang teori yang relevan tetapi juga keterampilan, sehingga praktik klinik/lapangan merupakan bagian yang penting dari upaya mempersiapkan calon profesional keperawatan.
Persiapan sebelum pembelajaran tahap klinik meliputi persiapan kompetensi yang harus dicapai sesuai standar KKNI, persiapan tempat praktik sesuai kompetensi yang akan dicapai, persiapan mahasiswa yang meliputi fisik dan psikologis, persiapan alat bagi mahasiswa dan bagi pembelajaran di klinis, persiapan pembimbing yang disesuaikan dengan tingkat pendidikan dan rasio jumlah mahasiswa dibanding jumlah pembimbing.
Persiapan-persiapan tersebut menjadi hal yang sangat penting dan harus di lakukan dengan baik, agar tujuan yang dikehendaki institusi dalam mencapai kompetensi sebagai perawat terpenuhi serta mahasiswa jelas akan hak dan kewajiban yang harus dilakukan disetiap ruangan dimana mereka bertugas. Persiapan yang bagus juga akan memudahkan dalam melakukan evaluasi sehingga proses perbaikan akan dapat dilakukan secara berkesinambungan.
Istilah pembelajaran klinik dimaksudkan untuk menggambarkan suatu bentuk belajar professional yang menyokong terjadinya belajar yang berfokus pada pasien dan situasi yang nyata ( interaksi antara pengajar, peserta didik, dan pasien ). Sedangkan menurut Swheer, metode pembelajaran klinik adalah suatu sarana yang dapat memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menerapkan pengetahuan teori ke dalam pembelajaran dengan menerapkan beberapa ketrampilan intelektual dan psikomotor yang diperlukan untuk memberikan asuhan keperawatan yang berkualitas pada pasien.

Tujuan dari pembelajaran klinik tersebut antara lain (Dorothy & Marilyn, 2002):

  1. Meningkatkan pemahaman peserta didik tentang ilmu pengetahuan dan masalah keperawatan.
  2. Menumbuhkan dan membina sikap serta ketrampilan professional sebagai perawat.
  3. Mengadakan adaptasi atau penyesuaian profesional di lingkungan di mana mereka kelak akan bekerja.

Pengalaman belajar lapangan dan pengalaman belajar klinik bukan mempekerjakan mahasiswa di Rumah Sakit atau lapangan akan tetapi menjadikannya sebagai “ pengalaman belajar “ dalam pengertian sebagai bagian dari proses pendidika (Endang, 1998). Pengalaman tersebut antara lain mahasiswa akan berhadapan dengan pasien dan penyakitnya langsung, memberikan tindakan keperawatan dan melaporkan hasil kelolaan kasus kepada pembimbing klinik yang merupakan rutinitas sehari-hari saat praktek klinik. Selain pengalaman-pengalaman tersebut mahasiswa yang pertama kali praktek klinik kadang-kadang juga merasa takut dan sering beranggapan bahwa perawat senior bersifat galak dan suka menyuruh. Anggapan tersebut akan hilang setelah praktek klinik yang selanjutnya (Rofiq, 2009)
Berbagai metode pembelajaran klinik yang diterapkan di dalam keperawatan antara lain (Rofiq, 2009):

  1. Metode pengalaman terdiri dari penugasan klinik, pelaporan tertulis, simulasi, dan permainan.
  2. Metode pemecahan masalah terdiri dari menganalisa situasi klinik, pemahaman masalah, perencanaan, penerapan pengetahuan, dan pemahaman nilai-nilai keyakinan.
  3. Kelompok diskusi terdiri dari konferensi awal dan akhir, pear preview, issues (dampak sosial politik bagi praktek keperawatan), konferensi multidisiplin (kolaborasi pengambilan keputusan untuk mengembangkan rencana dalam perawatan pasien).
  4. Observasi
  5. Bed side teaching ( pembelajaran langsung disamping klien )
  6. Nursing care study ( penguasaan dalam merawat klien )
  7. Nursing team conference ( mahasiswa diikutsertakan dalam pembahasan kasus oleh staf sebagai bagian dari perencanaan keperawatan )
  8. Nursing round ( ronde keperawatan )

Lahan praktek yang digunakan dalam metode pembelajaran klinik dapat berupa rumah sakit, puskesmas, atau klinik yang lain sesuai dengan kriteria yang sudah ditentukan oleh institusi.
Kriteria lahan praktek supaya dapat digunakan untuk metode pembelajaran klinik antara lain (Rofiq, 2009):

  1. Terdaftar dan diakui oleh pemerintah serta manajemennya baik.
  2. Dapat memberikan pelayanan diagnostik, pencegahan, pengobatan, dan rehabilitasi.
  3. Jumlah klien cukup.
  4. Fasilitas fisik dan alat memadai untuk kebutuhan pembelajaran.

DAFTAR PUSTAKA
Endang, S. 1998. Hasil pelatihan pembelajaran klinik bagi mahasiswa akademi keperawatan di indonesia. Jakarta : Pusat Pendidikan Tenaga Kesehatan Departemen Kesehatan RI Indonesia.
Rofiq, A. 2009. Metode pembelajaran klinik keperawatan. November 2008. Diakses 22 Januari 2009. URL : http//www. ahmadrofiq.com/?p=63 – 16k.
Dorothy & Marilyn. 2002. Pengajaran Klinis dalam Pendidikan Keperawatan Edisi 2. Alih bahasa: Enie Novietasari, Editor: Palupi Widyastuti. Jakarta: EGC